Motivasi: Bahan Bakar dan Garis Orbit

Motivasi

Bahan Bakar dan Garis Orbit

Hidup ini bagaikan naik pesawat luar angkasa. Ketika kita menentukan tujuan yang jelas, berarti kita menetapkan titik koordinat atau arah yang kita tuju, misalnya ke bulan atau planet Mars. Jika kita tidak punya tujuan yang jelas, maka kita dapat terombang-ambing di luar angkasa tanpa kejelasan mau kemana arah yang kita tuju. ~Adam Khoo dan Stuart Tan

Memiliki tujuan saja tidak cukup. Setelah memiliki tujuan, kita membutuhkan bahan bakar yang cukup agar dapat menggerakkan pesawat luar angkasa hingga ke titik tujuan.
Dalam kehidupan sehari-hari, tujuan adalah sebuah cita-cita, sedangkan bahan bakar adalah nilai-nilai dalam hidup yang kita pegang. Nilai-nilai hidup itulah yang dapat mendorong kita untuk bergerak ke arah tujuan.
Ada sebuah penelitian terhadap agen asuransi paling sukses di Singapura. Salah satu pertanyaan dalam wawancara adalah, “Mengapa mereka begitu penuh energi dan gairah sehingga mencapai prestasi yang begitu hebat?
Agen pertama mengatakan, ia begitu bergairah bekerja karena didorong oleh kecintaan terhadap keluarga. Setiap bangun pagi, ia merencanakan harinya dengan cermat, melakukan panggilan telepon penawaran, dan menindaklanjutinya hingga tuntas. Keluarganya selalu ada dalam pikirannya. Baginya, memikirkan keluarga sama sekali tidak mengganggu konsentrasi bekerja. Keluarga membuat ia berkonsentrasi penuh dalam bekerja. Ia dimotivasi pikiran bahwa hanya dengan bekerja keras dan penuh semangat itulah ia dapat memberikan kepada keluarganya sesuatu yang tidak pernah ia miliki. Nilai dalam hidup yang ia miliki tentang keluarganya benar-benar sejalan dengan tujuan menjadi sukses dalam berkarir.
Agen berikutnya mengungkapkan alasan yang berbeda. Ia mengatakan, hal yang mendorongnya untuk meraih sukses sama sekali bukan keluarga, melainkan sensasi atau kepuasan memenangkan persaingan dan menduduki peringkat pertama. Agen ini menjunjung tinggi nilai pencapaian dan penghargaan. Itulah nilai yang ia tuju. Pada saat yang sama, emosi yang paling menyakitkan adalah menjadi nomor dua atau nomor tiga dalam sebuah persaingan.
Agen asuransi selanjutnya memiliki nilai yang berbeda, bukan keluarga, bukan pula sensasi menjadi nomor satu. Ia mengatakan bahwa setiap kali menjual polis asuransi jiwa, ia merasa luar biasa senang karena ia tahu dirinya telah membuat satu keluarga terlindungi asuransi. Pada saat yang sama, ia merasa cemas jika ada klien yang tidak terlindungi dengan cukup.
Sama-sama meraih sukses, tetapi faktor pendorongnya ternyata berbeda-beda. Sekarang bisa dipahami bahwa jenis bahan bakar alias nilai-nilai hidup setiap orang ternyata berbeda. Jika memiliki nilai hidup, apakah nilai-nilai dalam hidup Anda itu sudah cukup mendorong Anda untuk meraih cita-cita? Jika belum, cobalah untuk merenungkan kembali nilai hidup seperti apa yang dapat menjadi bahan bakar yang cukup memadai untuk meraih cita-cita. Nilai hidup itu bisa berupa faktor keluarga, faktor persahabatan, maupun faktor lainnya.
Selain tujuan dan bahan bakar, kita juga perlu memahami garis orbit di luar angkasa. Penerbangan keluar angkasa adalah penerbangan menuju sebuah garis orbit. Kita bisa melihat bahwa ketika pesawat luar angkasa melakukan start, energi yang dipakai demikian besar. Begitu pula saat kita akan melakukan sebuah perjalanan baru menuju sebuah tujuan. Misalnya kita mau memulai sebuah bisnis baru. Bisa dipastikan, memulai bisnis baru menghabiskan energi yang besar. Namun, jika kita memiliki energi yang cukup besar, tantangan di awal bisa dilewati dengan baik.
Begitu pula dalam perjalanan hidup, termasuk dalam dunia bisnis. Ketika perjalanan sudah mencapai orbit yang dituju, energi untuk perjalanan selanjutnya menjadi lebih ringan. Oleh sebab itu, berjalanlah sampai mencapai titik orbit.
Sebuah riset mengungkapkan bahwa bisnis baru yang mampu bertahan dan berkembang selama 4 tahun akan mampu berkembang lebih baik lagi. Bisa dikatakan, bisnis tersebut sudah mencapai “garis orbit kesuksesannya”. Nah, apakah bisnis Anda sudah mencapai garis orbitnya? Jika belum, bertahanlah. ***

Sumber : Buku MENGGALI BERLIAN DI KEBUN SENDIRI -Bambang Suharno

Harga buku : Rp. 90.000 belum termasuk ongkir.

Pesan buku Hubungi:

Wawan : 0856 8800 752
Aris : 0856 1555 433
Achmad : 0896 1748 4158

Alamat :
Jln. Rawa Bambu, Gedung ASOHI – Grand Pasar Minggu No.88 A, Jakarta Selatan 12520
Telp : 021-782 9689, Fax : 021-782 0408

No. Rek : PT Gallus Indonesia Utama
BCA : 733 030 1681
MANDIRI : 126 000 2074 119

Koleksi Buku GITAPustaka juga kini tersedia di BUKALAPAK (https://www.bukalapak.com/u/gitapustaka?from=dropdown)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>